Going to HTML5, Apa Masih Perlu Regulasi?
Ternyata main-main dengan regulasi juga dilakukan oleh masyarakat di dunia maya demi tercapaiya efisiensi. Lihat saja source code Google sudah melakukan potong sana potong sini, salah satunya menghilangkan tag </body></html> di bagian akhir halaman, karena ternyata dengan maupun tanpa tag tersebut halaman tetap dapat diakses secara sempurna oleh mayoritas browser. Hal ini menghemat sekitar 2% resource. Bagi saya mungkin kecil, namun dengan trafik masif seperti Google 2% adalah penghematan resource yang besar.
HTML5 memiliki beberapa perubahan, beberapa perbedaan dengan HTML 1.x dan XHTML adalah:
- New parsing rules oriented towards flexible parsing and compatibility
- New elements – section, article, footer, audio, video, progress, nav, meter, time, aside, canvas, datagrid
- New types of form controls – dates and times, email, url, search
New attributes – ping (on a and area), charset (on meta), async (on script) - Global attributes (that can be applied for every element) – id, tabindex, hidden
- Deprecated elements dropped – center, font, strike
Google sendiri dari dulu tidak pernah menganut standarisasi secara ketat, karena scriptnya selalu error bila divalidasi. Namun tetap saja bisa diakses dengan baik.
Jadi, pilih validasi atau efisiensi?
Sumber:
http://www.sitepoint.com/blogs/2009/07/24/google-html5-and-standards/
http://www.w3.org/TR/html5/
http://en.wikipedia.org/wiki/HTML_5

gw baru nyadar
iya yah ternyata memang tanpa tag itu bisa berjalan sempurna
y perlu juga c!!!!
Sangat perlu.
Tidak sesuai bakuan tapi masih jalan mulus saat ini, tidak berarti akan jalan mulus terus pada semua situasi.
Bayangin kalau pada suatu situasi ketiadaan tag tersebut menyebabkan cacat fatal sementara ketiadaan tag itu sudah memasyarakat (semacam de-facto standar).
Jangan sampai seperti Office-XML, ada cacat di-”resmi”-kan sebagai bakuan ISO cuma agar standar tersebut kompatibel dengan Excel.
masi moderasi ya? jika bisa mengikuti thread ini via email, akan lebih menarik sepertinya. :)
standardisasi harusnya bisa jadi panduan menuju efisiensi.
Busyet.. dah ketinggalan zaman gue bro. Selama ini cuma ngenal html doang..
Kalo gw sih lebih milih efisinsi daripada validasi….tapi kalo gak valid juga pasti akan lebih mudah terdapat bugzzzzzzzz