Archive for the ‘Personal Development’ Category

Pendidikan di Pedalaman

Pendidikan bisa diperoleh dengan baik apabila terdapat kondisi yang memungkinkan:
1. Adanya Kemauan
Banyak anak-anak yang sebenarnya bisa mengenyam pendidikan dengan fasilitas yang bagus, namun karena malas sekolah akhirnya tidak mau sekolah atau malas belajar, sehingga hasilnya tidak baik.

2. Kualitas Tenaga Pengajar
Kualitas tenaga pengajar juga sangan mempengaruhi kualitas pendidikan. Salah mengajar, hasilnya bisa fatal jika teori yang diberikan guru ditelan mentah-mentah oleh siswa. Bisa dibawa seumur hidup.

3. Fasilitas/Infrastruktur
Fasilitas dan infrastruktur pendidikan yang bagus sangat menunjang adanya perbaikan kualitas pendidikan.

Berikut ini adalah foto suasana sekolah hasil hunting waktu di Oksibil, Papua.
(more…)

Humor Lowongan Kerja

Dunia pencarian pekerjaan merupakan salah satu yang paling banyak dicari di Internet. Banyak lowongan pekerjaan, dan banyak pula pencari pekerjaan.

Selain informasi lowongan pekerjaan yang beredar di Internet, banyak pula informasi mengenai humor tentang hal ini, salah satunya SMS yang masuk ke HP saya yang bunyinya kurang lebih seperti ini:

Ada lowongan kerja ‘URGENT’. kerja dipabrik abon,gaji 12 juta nett, fasilitas antar-jemput pakai sapi. Kerjanya mukulin pantat sapi sampai jadi abon.

Bagi para pencari kerja yang mencari pekerjaan, tetaplah semangat. Daripada hanya baca tulisan saya ini, menulislah! Kata Pak Prastowo, menulis adalah bagian dari pekerjaan. Robert Kiyosaki itu kaya bukan karena mempraktekkan tulisannya, tapi karena jualan buku!

Artikel humor terkait lowongan kerja:
http://ketawa.com/search.php?q=lowongan+kerja

Nonton Film 21 Cineplex atau Sport Sepak Bola

Ketika saya diberi 2 pilihan untuk menonton film 21 cineplex atau sport sepak bola, maka sebenarnya kedua hal itu memiliki persamaan, yaitu sama-sama nonton.

Padahal, kalau mau memperoleh manfaat, mendingan kata nontonnya dihapus, jadi pilihannya adalah mau main film 21 cineplex atau mau main sport sepak bola.

Kegiatan pertama, yaitu main film dan diputar di 21 cineplex membuat kita dapat penghasilan sekaligus terkenal. Kegiatan kedua, yaitu main sport sepak bola membuat badan menjadi sehat, dan kalau dilakukan secara profesional bisa mendapatkan penghasilan dan bisa terkenal.

Jadi, daripada cuman jadi penonton aja, mendingan melakukan action yang nyata, karena hasil yang diperoleh (baik loss or benefit) bagi orang yang beraksi lebih banyak daripada cuma jadi penonton saja.

Menonton dan baca blog saya ini boleh-boleh saya, namun alangkah baiknya jika diikuti dengan aksi yaitu ikut menulis juga (read-think-write) atau bisa dilakukan dengan praktek yang nyata, agar kepala Anda tidak cuma diisi bahan bacaan terus, namun juga perlu ditumpahkan agar isi kepala bisa seimbang.

Ide dan Tulisan: Kuantitas Dulu Baru Kualitas

Ide adalah suatu terobosan yang ada di kepala kita. Suatu ide tanpa action tidak akan berjalan, namun suatu action tanpa ide dasar di dalamnya akan menjadi tidak terarah.

Blog bisa menjadi tempat pencurahan ide. Untuk itu tulislah terlebih dahulu apapun ide anda dalam bentuk tulisan. Tulislah ide sebanyak-banyaknya, karena cepat atau lambat akan ada waktu bagi kita untuk mereview dan merealisasikan ide itu. Masalah kualitas ide itu urusan belakang. Salah satu keuntungan menuliskan ide yang ada di benak kita dalam bentuk blog adalah kemampuan blog menerima feedback dalam bentuk komentar dari pengunjung yang mungkin memiliki ide yang sama atau pengalaman sejenis.

Yang menjadi sesuatu yang ‘haram’ dari ide yang terbuka adalah ketika ide itu adalah ide yang sifatnya harus dirahasiakan, misalnya menyangkut rahasia keluarga, rahasia bisnis perusahaan atau rahasia negara. Tentu saja saya tidak menyarankan kepada Anda untuk menuliskan ide-ide semacam itu dalam bentuk blog.

Namun demikian, untuk melatih kemampuan menulis, baiknya kita bisa belajar menulis sebanyak-banyaknya apa yang ada di benak kita yang memang secara norma layak untuk dibagikan, karena lama-kelamaan kualitas akan semakin terasah.

Planet Terasi memiliki slogan: think, read, write. Menurut pemahaman saya, ketika kita ingin menulis sesuatu, berpikirlah akan suatu ide (think), mencari sumber pustaka terkait (read), lalu menuliskannya (write). Namun terkadang proses itu bisa dipersingkat dengan think, lalu write, dan read menjadi urusan belakangan (main labrak). Menurut saya tidak ada masalah jika kita ingin menulis dengan cara main labrak, nanti kalau salah akan ada pengunjung yang mengkoreksi, dan lama-kelamaan tulisan yang dibuat akan menjadi lebih disempurnakan. Kalau tidak berani memulai karena takut tidak berkualitas, lalu kapan mulainya dong?

Resource terkait:
http://www.itpin.com/blog/2007/02/28/menjadi-kolektor-ide/
http://rahard.wordpress.com/2009/03/16/haruskah-tulisan-berkualitas/

Jerry’s Story about Optimism and Positive Thinking

Jerry is the kind of guy you love to hate. He is always in a good mood and always has something positive to say.

When someone would ask him how he was doing, he would reply : “If I were any better, I would be twins !”

He was a unique manager because he had several waiters who had followed him around from restaurant to restaurant. The reason the waiters followed Jerry was because of his attitude. He was a natural motivator. If an employee was having a bad day, Jerry was there telling the employee how to look on the positive side of the situation.

Seeing this style really made me curious, so one day I went up to Jerry and asked him : “I don’t get it ! You can’t be a positive person all of the time. How do you do it?”
(more…)

How to Manage Loneliness

Loneliness is a state of feeling cut off from and longing for others, due to lack of contact (physically, emotionally, etc.) with people (whether acquaintances, friends, or loved ones). Loneliness is not to be confused with solitude (where a person may appreciate the time to think and reflect without distraction.)

So, for you who feel so lonely, you can take the following action:

(more…)

Point of Management: Know Yourself & Do for Others

Most of management and leadership teach us how to work with people and make them moving. Then I think that influence people is skill that must started from our self. We think, other people think, but in general all people have same thinking about everything general in life.

This is general rules that already given since 2000 years ago:

Therefore all things whatsoever ye would that men should do to you, do ye even so to them: for this is the law and the prophets.

If we want something from other people, we should aware that we should do something with them, and we can start it from our self, how we can manage our self and then after we can manage our self, we can start to manage other.