Mengikuti Kultwit
Perkembangan sosial media saat ini melahirkan ‘guru-guru’ baru dimana kita bisa belajar mengenai topik-topik tertentu melalui sarana tersebut. Keberadaan Twitter dengan teks yang dibatasi 140 karakter cukup unik, karena kita ‘dipaksa’ untuk mengungkapkan isi pikiran kita dalam jumlah teks yang terbatas.
Penyederhanaan ini membuat selain posting ke Twitter cukup mudah, dampaknya adalah kemudahan membaca, karena sambil mobile, kita bisa melakukan update maupun membaca status orang lain melalui perangkat telepon genggam. Hal ini melahirkan istilah baru yang disebut sebagai kultwit. Disebut sebagai ‘Kuliah Twitter’ karena mungkin lebih pas didengar daripada kursus Twitter (kurtwit) atau kelas twitter (keltwit). Mungkin juga asalnya karena menyerap dari istilah kultum (kuliah tujuh menit) yang sering ditayangkan di televisi, terutama pada masa-masa bulan Ramadhan.
Beberapa yang saya ikuti adalah kultwit dari @hotradero untuk topik umum dan @putuputrayasa untuk Kultwit NLP. Selebihnya mungkin bisa dilihat dari daftar orang-orang yang saya follow.
My name is Wahyu Wijanarko, just ordinary person with extraordinary journey around the world. Web programmer, business development manager, and have a wish to be the best IT consultant. 



