Demam Pancaroba

Demam pancaroba yang saya maksud bukan demam seperti pada kata demam panggung, demam facebook, tapi demam betulan yang berhubungan dengan flu. Berhubung akhir-akhir ini cuaca tidak menentu, maka akhirnya badan sayalah yang mengalah, dimulai dari bersin, lalu dari hidung meleleh cairan kental bernama ingus tralala.

Proses penyembuhan yang saat ini saya lakukan yaitu memperbanyak tidur, pakai selimut tebal, minum air putih yang banyak, minum parasetamol.

Semoga lekas sembuh ya, Yu…

Membangkitkan Talenta yang Tertidur

Vitruvian Simpson

Vitruvian Simpson

Tubuh manusia di mata saya adalah ciptaan yang unik. Kalau mau dieksplorasi sebenarnya kita ini memiliki kemampuan yang berada di luar akal (kekuatan super), loncat 5 meter ketika dikejar anjing, termasuk tenaga dalam, telepati, telekinetis, dan lainnya. Setiap orang setidaknya memiliki satu atau lebih talenta atau bakat yang menonjol.

Menggunakan tubuh tanpa melakukan eksplorasi kemampuan adalah sama dengan memiliki Blackberry tapi cuma digunakan untuk telepon dan SMS. Padahal banyak sekali fitur dan kemampuan yang bisa diledakkan dari dalam tubuh ini. Menurut saya juga, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk membangkitkan talenta super yang tertidur.

1. Berdoa kepada Tuhan
Sediakan waktu khusus untuk berdoa kepada Tuhan, mendekatkan diri pada Sang Pencipta, agar bisa diperoleh kunci hikmat dan kebijaksanaan untuk melakukan ‘unlock’ fitur-fitur yang telah diberikan kepada kita.

2. Kenali bakat
Kenalilah bakat yang dimiliki dan kembangkanlah salah satu bakat tersebut secara fokus. Manusia sengaja diberikan ‘possibility frontier’ atau keterbatasan kemampuan berupa waktu dan tenaga yang terbatas, untuk itu kembangkanlah satu atau dua bakat yang ada secara maksimal. Misalnya bakat berkomunikasi atau mempengaruhi orang, bisa dikembangkan ke dunia marketing. Bakat teknis bisa dikembangkan ke konsultansi atau engineering.

Menurut saya, setiap orang memiliki bakat yang sama, hanya saja untuk mengembangkannya perlu dilatih secara bertubi-tubi agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.

3. Promosikan bakat Anda
Tidak ada gunanya Anda memiliki bakat, namun tidak ada yang mengetahui bakat Anda. Promosikan bakat Anda untuk dapat digunakan dalam pekerjaan Anda.

4. Penempatan
Beradalah di lokasi yang baik atau carilah teman-teman yang baik agar segala pekerjaan memiliki hasil yang baik. Orang yang memiliki bakat balapan motor jangan ikut balapan liar, tetapi tempatkanlah diri Anda untuk ikut kejuaraan atau event lomba yang resmi.

5. Gunakan bakat dengan bijak
Setelah betul-betul terasah dan berhasil, gunakanlah bakat itu dengan bijak dan tidak memegahkan diri (sombong), niscaya Anda akan sukses dalam setiap langkah karir Anda dan jangan lupa selalu berdoa.

Tax Reporting Procrastination

Today (30/March/2009) I went to tax office Yogyakartan (North Ring Road Yogyakarta) to send hardcopy of my personal tax report. Like previous year, tax office (kantor pajak, hehehe) very busy with people queue that want to report their income tax. Luckily, I’m in Wates area, almost no queue because very small amount of people have NPWP. Top busiest queue are in Sleman and Yogyakarta area.

Antrian Kantor Pajak

Antrian Kantor Pajak

[caption id="attachment_325" align="aligncenter" width="314" caption="Antrian Kantor Pajak"]Antrian Kantor Pajak[/caption]
Antrian Kantor Pajak

Antrian Kantor Pajak

Tidak Semua yang Ada di Internet Itu Benar

Jaringan Internet sebagai penghubung antara satu node komputer dengan node komputer yang lain secara mendunia (global) menyebabkan pertukaran segala macam informasi berada dalam jangkauan ’satu klik’ saja. Segala informasi yang baik maupun yang buruk, yang nyata maupun yang bohongan (hoax) bertebaran di luar kendali.

Di sinilah peran kearifan dalam menyerap informasi diperlukan. Ketika kita menyerap informasi, baik informasi berita, kesehatan, filsafat, sejarah, politik, dan informasi lainnya maka harus dilakukan cek ulang dengan informasi-informasi pembanding agar tidak terjadi ’salah kutip’.

Bahkan hoax-hoax dalam hal apapun bisa disebarkan dengan mudah melalui salah satunya melalui pesan email maupun SMS berantai yang ‘mengancam’ jika tidak memforward maka kita akan celaka, namun jika memforward maka akan memperoleh keberuntungan. Siapa sih yang ingin celaka? Siapa sih yang tidak ingin keberuntungan?

Mengutip apa kata Opa Michael, belajar di Internet secara otodidak tanpa adanya bimbingan akan berpotensi menyebabkan penurunan kualitas pengetahuan karena kalau informasi yang diperoleh adalah informasi yang salah maka bisa semakin makin tesesat. Namun kebalikannya, jika informasi yang diperoleh adalah informasi yang akurat, maka akan terjadi pelipatgandaan pengetahuan. Untuk itu bimbingan tetap diperlukan agar kesalahan-kesalahan dalam belajar informasi di Internet dapat diminimalisir.

Sebagai tambahan, jangan sembarang forward informasi tanpa menguji terlebih dahulu kebenaran informasi, karena jika informasi yang diforward tidak benar, maka akan menurunkan reputasi kita, bahkan kalau menjurus ke pencemaran nama baik bisa memasukkan kita ke ranah hukum.

Mengisi Konten Website atau Blog

Ketika Anda membuat sebuah website atau blog, maka yang harus dipikirkan adalah bagaimana mengisi konten dari website atau blog. Ada banyak cara tentang bagaimana konten website dibuat dan dikelola:

Self-generated content
Pengelolaan website dengan cara seperti ini akan memerlukan tenaga yang cukup besar, karena isi website dikelola oleh kita sendiri atau bisa juga dengan cara membayar pegawai untuk mengisi konten yang ada di website yang dibuat, sehingga untuk mengisi konten yang betul-betul asli (bukan hasil copy paste) akan memerlukan waktu dan pikiran. Semakin banyak content yang ingin dimasukkan, maka semakin banyak waktu dan tenaga yang diperlukan. Keunggulan dari cara ini adalah kita bisa mengatur aturan dan standar konten yang diisi ke dalam website.

Auto-generated content
Dengan cara ini maka content yang ada di blog akan otomatis diperbaharui oleh script-script tertentu yang dibuat khusus untuk membuat data-data yang biasanya disambungkan ke program afiliasi. Dengan cara ini pemilik website tidak perlu bersusah payah karena ribuan atau jutaan posting secara otomatis akan digenerate dan dientry oleh program. Namun cara seperti ini akan membuat website akan tampak janggal karena biasanya content yang dihasilkan oleh script komputer bersifat kaku sehingga terkadang kalau dibaca akan menjadi tidak nyambung. Cara-cara seperti ini sering digunakan oleh webmaster yang ikut program afiliasi agar mendapatkan keuntungan banyak dari iklan yang disisipkan ke dalam content. Cara seperti ini akan menyebabkan banyak data sampah di Internet.

User-generated content
Digg, Weblogs, Inc, Lintasberita, Kaskus, Youtube adalah jenis website yang content di dalamnya digenerate oleh user. User menjadi anggota dan menulis atau mengisi content di situ. Cara seperti ini lebih banyak berhasil, karena selain menghasilkan sebuah komunitas, hal ini boleh dikatakan sebagai “memperoleh artikel tanpa perlu membayar si penulis”, walaupun banyak juga penyedia layanan website yang memberikan fasilitas revenue sharing (bagi hasil) apabila artikel tertentu dilihat sebanyak sekian kali sehingga uang dari pengiklan dibagi antara pemilik website maupun penulis artikel, misalnya seperti Metacafe dan Youtube. Dengan cara seperti ini, kita cukup menyediakan tenaga untuk merawat CMS (Content Management System) dan melakukan pengawasan terhadap konten yang diposting.

Pemilihan cara-cara tersebut di atas saya kembalikan berdasarkan kebutuhan maupun tujuan dari pembuatan website. Namun alangkah senangnya saya apabila sebuah website diisi dengan konten original, bukan hasil copy-paste. Blog saya ini termasuk self-generated content karena website ini adalah tempat saya menulis ide atau tulisan berdasarkan apa yang melintas di otak saya.

Nama Pasaran dan Nama Selusin

Nama pasaran yang saya maksud bukanlah nama hari pasaran Jawa yang Pon (Palguno), Wage (Cemengan), Kliwon (Kasih), Legi (Manis), Pahing (Jenar), tetapi mengenai kesamaan nama alias nama yang pasaran.

Sedikit narsis, nama lengkap saya adalah Wahyu Wijanarko. Ternyata setelah searching di Internet dengan bantuan Facebook, saya menemukan banyak (lebih dari 5 orang) ’saudara’ saya yang memiliki nama persis dengan nama saya, yaitu Wahyu Wijanarko.

Keuntungan memiliki nama yang sama adalah bila salah satu orang yang memiliki nama itu adalah orang yang terkenal dan berprestasi, maka kita akan kecipratan rejekinya ikut terkenal, setidaknya di lingkungan terdekat. Namun apabila yang nama bersangkutan memiliki reputasi buruk atau samoah masyarakat, maka kita akan ikut kena imbas getahnya.

Di dalam dunia kependudukan maupun dunia perbankan sendiri pencarian berdasarkan nama diperlukan untuk melakukan verifikasi data. Pencarian pertama biasanya adalah berdasarkan nama. Apabila namanya sama, maka akan dibedakan berdasarkan tempat dan tanggal lahir. Alamat biasanya juga digunakan untuk proses verifikasi, namun pada prakteknya alamat bisa berubah ketika terjadi mutasi/pindah. Kalau di bank validasi tambahan adalah nama gadis ibu kandung.

Bagaimana jika dua orang ibu bernama sama dalam satu wilayah yang sama melahirkan anak bersama-sama dan dinamai dengan nama yang sama? What a coincidence, namun saya meyakini hal itu adalah hal yang mungkin bisa terjadi pada suatu saat. Memang pada jaman sekarang orang memberi nama kepada anaknya dengan 3 suku kata atau lebih sehingga kemungkinannya semakin kecil. Atau anda mau iseng ketika anak Anda lahir datanglah ke kantor catatan sipil Kabupaten/Kota dan berilah nama anak Anda sama dengan nama salah satu anak yang tercatat di catatan sipil yang lahir pada tanggal yang sama, pastilah suatu saat ketika anak itu besar akan terjadi sedikit kehebohan pada waktu ada kegiatan verifikasi data.

FYI, pada jaman dulu orang di kampung saya memberi nama anaknya kebanyakan hanya satu suku kata dan itu biasanya adalah nama “generik”, misalnya Wagiran, Waginem, Tukirah, Painah, Tukinem, Painem, Tukijo, Paijo, Supangat, Slamet, Legiran, Suparman.

Kalau mau asyik, kumpulkan semua orang yang memiliki nama yang sama dengan Anda, dan buatlah sebuah club, seperti yang sudah ada di Yogyakarta, seorang Ibu bernama Endang membuat Jogja Endang Club yang anggotanya adalah orang-orang yang bernama Endang, dan itu menurut saya menarik untuk ditiru. Mau?

Blog Untuk Karyawan Perusahaan

Tak ayal lagi pada masa ini sudah banyak sekali perusahaan yang menawarkan produknya maupun mencoba untuk lebih dekat dengan perusahaan melalui sarana blog. Misalnya blog Google atau blog Yahoo.

Bagaimana jika kita ingin memfasilitasi semua orang di dalam perusahaan untuk ngeblog sendiri-sendiri? Dikarenakan staff di Global Intermedia sudah banyak yang ngeblog memakai bermacam-macam fasilitas blog, maka saya mencoba membuat semacam Planet Global Intermedia sebagai agregator blog seluruh anggota tim. Dengan begitu segala macam bentuk tulisan dan opini bisa ditampilkan dalam satu tempat sehingga mengurangi waktu untuk blogwalking, tau kalau waktunya konstan, maka blog yang ‘dijamah’ bisa lebih banyak.

Kelebihannya adalah kemudahan dalam maintenance server, kerugiannya adalah karena masing-masing user ngeblog di luar, sehingga tidak bisa mengontrol konten secara langsung seandainya ditemukan konten yang kurang baik bagi citra perusahaan.