Posts Tagged ‘menulis’

Out of The Box

Saya biasa mengumpulkan semua ide dan tulisan saya di website ini. Namun rasanya, akan sangat menyenangkan jika diberi kesempatan untuk sesekali keluar dari kotak ini untuk menulis di rumah yang lain.

Selain nongkrong di Angkringan, saya ikut juga menggelar lapak di media komunitas yang saya sebut sebagai Desain Ulang. Karena hidup perlu diatur dan didesain ulang sesuai dengan kebutuhan agar dapat selalu menjadi pribadi yang luar biasa.

Ide dan Tulisan: Kuantitas Dulu Baru Kualitas

Ide adalah suatu terobosan yang ada di kepala kita. Suatu ide tanpa action tidak akan berjalan, namun suatu action tanpa ide dasar di dalamnya akan menjadi tidak terarah.

Blog bisa menjadi tempat pencurahan ide. Untuk itu tulislah terlebih dahulu apapun ide anda dalam bentuk tulisan. Tulislah ide sebanyak-banyaknya, karena cepat atau lambat akan ada waktu bagi kita untuk mereview dan merealisasikan ide itu. Masalah kualitas ide itu urusan belakang. Salah satu keuntungan menuliskan ide yang ada di benak kita dalam bentuk blog adalah kemampuan blog menerima feedback dalam bentuk komentar dari pengunjung yang mungkin memiliki ide yang sama atau pengalaman sejenis.

Yang menjadi sesuatu yang ‘haram’ dari ide yang terbuka adalah ketika ide itu adalah ide yang sifatnya harus dirahasiakan, misalnya menyangkut rahasia keluarga, rahasia bisnis perusahaan atau rahasia negara. Tentu saja saya tidak menyarankan kepada Anda untuk menuliskan ide-ide semacam itu dalam bentuk blog.

Namun demikian, untuk melatih kemampuan menulis, baiknya kita bisa belajar menulis sebanyak-banyaknya apa yang ada di benak kita yang memang secara norma layak untuk dibagikan, karena lama-kelamaan kualitas akan semakin terasah.

Planet Terasi memiliki slogan: think, read, write. Menurut pemahaman saya, ketika kita ingin menulis sesuatu, berpikirlah akan suatu ide (think), mencari sumber pustaka terkait (read), lalu menuliskannya (write). Namun terkadang proses itu bisa dipersingkat dengan think, lalu write, dan read menjadi urusan belakangan (main labrak). Menurut saya tidak ada masalah jika kita ingin menulis dengan cara main labrak, nanti kalau salah akan ada pengunjung yang mengkoreksi, dan lama-kelamaan tulisan yang dibuat akan menjadi lebih disempurnakan. Kalau tidak berani memulai karena takut tidak berkualitas, lalu kapan mulainya dong?

Resource terkait:
http://www.itpin.com/blog/2007/02/28/menjadi-kolektor-ide/
http://rahard.wordpress.com/2009/03/16/haruskah-tulisan-berkualitas/