Posts Tagged ‘oksibil’

Landing at Oksibil, Pegunungan Bintang, Again!

The one thing that i like to land on Oksibil is the people. The regent focus on infrastructure development, so everything is about development. There are several development, including improvement in the airport and runway, and also there are several building built. The local government also give electrical power to the people in Oksibil from 18.00-23.00 GMT+9, still using generator.

In the telephony communication, Telkomsel also already and have plan to reach the districts in Pegunungan Bintang. The district that already connected with Telkomsel is Kiwirok. The bad thing is Telkom not yet put it’s landlines infrastructures, so we still have problem receiving and send fax. But Bappeda already have dedicated internet connection, and people in Oksibil can access the Internet using Bappeda connection for free.

Here is the Oksibil photos taken today (22 July 2010) after my last visit at 2008 and 2009.
(more…)

Karena ini Adalah Alam Papua

Ketika saya pertama kali mendarat di Papua di pertengahan dekade ini, yang terasa adalah daerah ini sebagian besar dipenuhi oleh hutan yang sebagian besar masih belum dijamah oleh tangan orang asing. Dengan tingkat polusi yang sangat rendah, bahkan air hujan di sini bisa buat mencuci motor. Saya membandingkan di Jogja, air hujannya bisa merusak cat kendaraan saya, karena kandungan air hujan di dalamnya sudah tercampur dengan berbagai macam limbah hasil dari polusi udara.

Foto Udara Oksibil

Foto Udara Oksibil

Namun demikian, dengan perkembangan beberapa kota yang pesat di Papua, seperti di Jayapura sampai Abepura, Timika, dan Sorong, membuat beberapa wilayah ini didera dengan berbagai macam polusi, mulai dari sampah dan limbah plastik, yang mencemari tanah, sungai dan pantai, serta polusi udara karena banyaknya kendaraan bermotor seiring dengan kemampuan masyarakat dalam memiliki kendaraan bermotor.
(more…)

Landing on Oksibil

Hari Minggu (26/10/2008) kemarin saya mendarat di Oksibil, Ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Oksibil bisa ditempuh dengan pesawat udara dari Bandara Sentani, Jayapura menggunakan pesawat DASH 7 milik maskapai Pelita Air.

Setelah mendarat di Oksibil, kami pun mencari penginapan. Akhirnya, kami menumpang di Pasturan, yang kebetulan juga memiliki tempat menginap. Btw, Romo tidak memasang tarif, dan kita bisa membayar sewa secara sukarela. Secara, beliau membantu setiap orang yang ingin menginap di pondok beliau.
(more…)